Museum Kota Bandung, Tempat Wisata Edukasi Dekat Taman Sejarah

BANDUNG memiliki museum baru. Namanya Museum Kota Bandung. Museum ini berada di Jalan Aceh Nomor 47, bersebrangan dengan Taman Sejarah dan Bandung Planning Galery. Gedung yang ditempati merupakan kantor bekas Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan sempat digunakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung.

Bangunan ini termasuk dalam daftar cagar budaya. Sebelum menjadi museum, di gedung berusia 98 tahun pernah berdiri Sekolah Taman Kanak-Kanak (Frabelschool) oleh Loge Sint Jan, kelompok Vrimerselarij (Freemasonry) Bandung.

Museum ini di halamannya dihiasi patung tokoh pejuang perintis pendidikan kaum wanita, Dewi Sartika dan tokoh pergerakan perempuan Sunda, Emma Poeradireja. Koleksi Museum Kota Bandung berisi berbagai artefak yang sebagian besar bersumber dari berbagai museum di Indonesia dan Belanda.

Di museum ini dipamerkan beberapa benda dan foto-foto peninggalan sejarah. Selain itu ada video mengenai Bandung mulai zaman penjajahan Belanda yang bisa diputar. Pengunjung bisa melihat dan mengingat kembali kejadian dan tokoh-tokoh yang berpengaruh kepada sejarah kota ini.

Museum ini diresmikan Wali Kota Bandung Oded M.Danial didampingi Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana, Rabu (31/10/2018). Dalam kesempatan tersebut Oded menandatangani Prasasti Peresmian. Museum ini digagas sejak tahun 2015.

Museum Kota Bandung Terbagi Dua Area

museum kota bandung
Meseum Kota Bandung. | Foto humas.bandung.go.id

Museum terbagi menjadi dua area kunjung utama. Area pertama adalah, area depan yang merupakan gedung cagar budaya tipe A. Di area ini ditampilkan sejarah Kota Bandung dan sejarah pergerakan kebangsaan. Di area belakang diisi dengan produk budaya Kota Bandung, mulai dari agama, seni, sosial, budaya, ekonomi, hingga teknologi.

Di gedung modern setinggi 3 lantai itu akan diisi dengan artefak yang didominasi oleh 60% foto, 20% dokumen dan arsip, 10% grafis, dan 10% artefak lain. Warga Kota Bandung dapat menikmati sejarah kota di gedung yang bersejarah pula secara gratis.

Bangunan fisik gedung tersebut dibangun dengan menggunakan dana APBD tahun 2016 dan 2017. Sementara pengisian materi museum berasal dari dana Coorporate Social Responsibility (CSR) Bank bjb.

Museum ini akan dikelola secara profesional oleh para kurator. Mereka berasal dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari ilmu agama, sejarah, teknologi, budaya, dan lain-lain.

Bahan tulisan: humas.bandung.go.id

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.