Museum Geologi Bandung Tempat Menjelajahi Kehidupan Purba

MUSEUM Geologi Bandung masih ramai dipenuhi pengunjung, Kamis (28/12/2017) sore. Mereka ada yang datang bersama rombongan sekolah, kelurga, berpasangan, dan sendirian. Wajah mereka terpancar keriangan dan antusias melihat peninggalan yang di antaranya ada yang miliaran tahun.

Sebelum masuk ke Museum Geologi Bandung harus membeli tiket dulu. Harganya tidak mahal hanya Rp 3.000. Bagi yang datang berombongan sebaiknya reservasi dulu di ruangan yang telah disediakan.

Pintu masuk museum di gedung peninggalan kolonial ini terbuka lebar. Petugas akan meminta dan membolongi tiket. Kemudian mempersilakan pengunjung masuk.

Baru saja melangkah di pintu pengunjung sudah terpesona melihat fosil gajah yang tinggi. Para pengunjung pun mulai beraksi dengan kamera handphone atau digital mengabadikannya.

Museum geologi bandung
Fosil yang dipajang di Museum Geologi Jalan Diponegoro Bandung. | Foto serbabandung.com

Fosil gajah tersebut berumur sekitar 250-200 ribu tahun lalu  hasil ekskavasi (penggalian) pada 2009 di Dusun Sunggun, Desa Mendalem Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora. Mulai dipajang pada 19/5/2014.

Masuk ke ruangan di sayap sebelah timur, pengunjung bisa menyaksikan sejarah kehidupan. Ruangannya ini memperlihatkan zaman Pra-Kambrium dan Paleozoikum, Mesozoikum, Kenozoikum yang terdiri dari Zaman Tersier dan Zaman Kuarter.

Fosil Tertua di Museum Geologi Bandung

Di ruangan tersebut tersimpan Stromatolit, fosil tertua yang ada di Museum Geologi.
Stromatolit sudah berumur 1,6 miliar tahun. Fosil ini merupakan tanda awal kehidupan. Di sudut lain ruangan ini terpampang dunia fosil.

Ruangan di sayap sebelah barat merupakan tempat peraga asal mula bumi, struktur dan pergerakan kerak bumi, batuan dan mineral, pelapukan dan erosi, geologi pulau-pulau di Indonesia, gunungapi dan kars. Di ruangan ini pun tersedia video interaktif.

Ruangan di lantai 2 sayap sebelah timur menyediakan 8 sudut peragaan yaitu pengenalan Sumber Daya Geologi, Mineral Logam, Mineral Non-Logam, Batu Mulia, Minyak dan Gas Bumi, Batubara, Panasbumi dan Sumber Daya Air.

Di lantai 2 sayap sebelah barat menyajikan informasi pemanfaatan sumber daya geologi dari zaman ke zaman yang dimulai dari zaman pra sejarah, zaman sejarah dan zaman modern, serta informasi tentang bencana geologi (Gempabumi, Gunungapi, Tanah Longsor dan Tsunami).

Museum ini buka pada Senin-Kamis pukul 09:00-15:30, dan Sabtu-Minggu pukul 09:00-13:30. Jumat dan hari libur nasional museum ini tutup. *

Sumber tulisan: http://museum.geology.esdm.go.id/profil/ruang-peragaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.