Museum Bio Farma Memperkenalkan Vaksin kepada Pengunjung

Anda yang suka berkunjung ke museum? Siap-siap untuk berwisata edukasi di Museum Bio Farma. Museum ini belum dibuka untuk umum, namun pengelolanya, pihak Bio Farma, menjanjikan bakal dibuka untuk umum. Museum Bio Farma berlokasi di Kompleks Bio Fara di Jalan DR Djundjunan No. 28.

Untuk memperkenalkan museum yang sudah ada sejak 2015 ini, Bio Farma menggelar open house pada Rabu (18/7/2018). Open house museum Bio Farma dihadiri oleh komunitas-komunitas yang berada di Bandung seperti, Indonesian Medical Literacy (IMEL), Asosiasi Museum Daerah Jawa Barat (AMIDA JABAR), PERHUMAS Indonesia, Komunitas Aleut, serta tamu undangan lainnya.

“Ke depannya berencana akan membuka museum ini untuk umum, tentunya dengan konsep digital serta tak melepaskan unsur edukasinya. Untuk perihal waktunya nanti kami akan
menginformasikan kembali secepatnya,” ujar Head of Corporate Communication Bio Farma Nurlaela Arief dalam rilis yang bisa diunggah dari laman biofarma.co.id.

Museum Bio Farma bakal menghadirkan program-program digital sebagai pendukung konten di sana. Pengunjung bisa merasakan kehadiran fitur-fitur museum karena menerapkan konsep interaktif. Satu di antara fitur interaktif adalah pop up card. Lewat fitur ini pengunjung bisa membuka kartu yang berisi foto satu per satu. Foto-foto tersebut memperlihatkan perkembangan ditemukannya vaksin pada masa sebelum dan sesudah ditemukan.

Semua Soal Vaksin Bisa Dilihat di  Museum Bio Farma

gedung bio farma museum bio farma
Gedung Bio Farma di Jalan Pasteur, Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Di museum ini pula pengunjung bisa melihat koleksi peralatan vaksin tempo dulu, buku perihal vaksin, dan kesehatan yang usianya sudah usianya dan langka. Diorama menarik, piala-piala beserta penghargaan yang diraih Bio Farma, serta karya CSR Bio Farma, pun ikut dipamerkan di museum tersebut.

Museum Bio Farma bisa dikunjungi pada Rabu dan Kamis pukul 09.00 hingga 11.30 WIB. Sebelum berkunjung sebaiknya melakukan reservasi untuk mendapatkan jadwal kunjungan dari pengelola museum.

Pengunjung yang tertarik arsitek tempo dulu bisa menyaksikan gedung Bio Farma. Gedung ini merupakan peninggalan Belanda. Bangunan yang masih berdiri kokoh itu didirikan pada 1926 hasil rancangan arsitek CPW Schoemaker. Gedung ini juga pernah menjadi kampus Landskoepok Inricting en Instituut Pasteur pada 1923.

Gedung ini termasuk dalam daftar bangunan Cagar Budaya hasil kajian Paguyuban Pelestarian Budaya Bandung atau Bandung Heritage pada 1997. Kemudian Pemerintah Kota Bandung menetapkannya menjadi Bangunan Cagar Budaya di Kota Bandung melalui Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 19 Tahun 2009.

Renovasi sempat dilakukan pada 2015. Namun pihak PT Bio Farma (Persero) tidak mengubah bentuk asli, tampak, dan detail-detail bangunan. Termasuk melengkapinya dengan Museum PT Bio Farma (Persero). Selain itu gedung ini berfungsi untuk perkantoran yang terintegrasi dengan teknologi baru untuk menunjang operasional.

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.