Monumen Mesin Cetak Koran, Digunakan PR Mulai 1974-1986

DI depan Kantor Harian Umum Pikiran  Rakyat (PR), di tepi Jalan Asia Afrika  terpasang sebuah mesin cetak koran (setter) yang usianya sudah cukup tua. Siapa pun yang lewat di sana bisa menyaksikannya. Bahkan boleh berfoto ria.

Dalam prasasti di samping mesin itu tertulis mesin pernah dipakai harian tersebut pada  1974 hingga 1986. Mesin tersebut terpasang di sana pada 2011. Diresmikan oleh Direktur Utama PR saat itu Joko Hendrarto, bertepatan dengan tanggal berdirinya koran tersebut pada 24 Maret 2011.

Mesin  setter itu adalah buatan Inggris. Pikiran Rakyat menggunakan Linotype model 73 4728. Mesin linotype menjadi mesin standard untuk koran, majalah dan poster. Mesin ini pernah berjaya pada 1960 hingga 1970-an.

Mesin Cetak Koran  Linotype Dipatenkan Ottmar Mergenthaler

Linotype adalah mesin typesetting yang bisa mengatur karakter dalam satu baris. Bukan huruf per huruf seperti dalam mesin monotype typesetting. Kecanggihannya itu membuat mesin ini kerap digunakan penerbitan pada jamannya.

Mesin cetk koran di depan kantor Pikirn Rakyat, Jalan Asia Afrika, Bandung.
Mesin cetak koran di depan kantor Pikirn Rakyat, Jalan Asia Afrika, Bandung.

Mesin Linotype dipatenkan Ottmar Mergenthaler di Amerika Serikat pada  1884.  Dia menggunakan mesin ini untuk pertama kali di ruang percetakan The New York Tribune pada 1886. Awalnya mesin ini  berukuran tinggi 7 kaki, lebar 6 kaki, dan kedalaman 6 kaki. Mesin ini terdiri dari keyboard dengan 90 karakter.

Mesin linotype bisa mencetak  koran  4 sampai 5 kali lebih cepat dari sebelumnya. Mesin cetak ciptaan Gutenberg yang sebelumnya biasa dipakai  hanya bisa mencetak tidak lebih dari 8 halaman koran.

Pada  1892,  Mergenthaler mengembangkan Simplex Linotype Model 1. Model ini menjadi prototype untuk lebih dari 10.000 mesin Linotype. Mesin ini menjadi pusat perhatian dalam Chicago World’s Fair.

The Mergenthaler Linotype Company membuat dan menjual sepuluh ribu mesin ini dari pabriknya di kota New York ke agensi-agensi di seluruh dunia. Teknologi-baru pada 1950-an lambut laun mulai menyingkirkan  linotype. Mesin ini mulai hilang di pertengahan 1970-an. Apalagi  setelah  muncul mesin offset, dan kemudian komputer. *

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Linotype

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.