Monumen Lokomotif di Kawasan Stasiun

MONUMEN yang berada di Kota Bandung tidak hanya untuk memperingati peristiwa bersejarah, atau seorang pahlawa. Tetapi di kota ini ada monumen lokomotif untuk mengenang benda tersebut yang pernah dipakai pada zaman dulu.

Salah satu  momumen lokomotif di Bandung ada di  Jalan Stasiun Selatan, depan pintu Stasiun. Lokomotif itu berwarna hitam variasi merah, putih dan kuning. Monumen itu dipagar besi yang melingkar.

Lokomotif ini memiliki nomor seri  TC.10.08. Lokomotif uap TC10 ini didatangkan dari pabrik Hartmann (Jerman). Lokomotif ini digunakan untuk menarik kereta campuran yang terdiri dari kereta penumpang dan gerbong barang. Lokomotif didatangkan secara bertahap yaitu 6 unit pada 1915, 4 unit tahun 1920 dan 5 unit pada 1922, sehingga total berjumlah 15 unit.

Monumen lokomotif di depan Stasiun Bandung bernama Purwa Aswa Purba. Diresmikan oleh Dirut Perumka (PT KAI) Bapak Anwar Suprijadi pada 1992. Tanda tangan Anwar tertera dalam prasasti di bagian bawah monumen itu.

Monumen Lokomotif  di Depan Kantor Pusat PT Kereta Api Indonesia

Monumen Lokomotif  Uap pun ada  di depan Kantor Pusat PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Jalan Kebon Jukut. Tak jauh dari viaduk Jalan Perintis Kemerdekaan.

Monumen lokomotif ini diresmikan bertepatan dengan hari ulang tahun kereta api pada tanggal 28 September 2009 oleh Komisaris Utama PT KAI Budhi Mulyawan dan Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan. Jonan sekarang menjadi Menteri Perhubungan.

Jenis lokomotif di sini berbeda dengan lokomotif di depan stasiun. Yang di sini memiliki nomor seri TD.10.02, sedangkan yang di Stasiun Lama memiliki nomor seri TC.10.08. Namun selintas seperti serupa. Terutama dari segi warna yang hitam bervariasi meras, dan kuning emas.

Pabrikan yang membuatnya juga berbeda. TD.10.02 merupakan buatan pabrikan dari Belanda, Werkspoor. Sedangkan lokomotif yang di Stasiun Lama buatan Jerman dari pabrik Hartmann. Keduanya melewati jalur yang sama rel yang menggunakan gauge (lebar) 600 milimeter (mm).

Monumen itu sekarang sering menjadi background  untuk berfoto di kawasan Viaduk. *

Sumber: http://heritage.kereta-api.co.id/?p=1432
http://heritage.kereta-api.co.id/?p=1429

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.