Minuman Hangat Menyegarkan yang Banyak Penjualnya di Bandung

BANDUNG adalah kota dingin. Warganya punya resep khas untuk mengusir kedinginan. Mereka punya minuman hangat yang khas, seperti bajigur, bandrek, atau sekoteng. Penjual minuman hangat pun tersebar di kota ini. Sebut saja penjual sekoteng yang berjualan menggunakan roda saat malam-malam.

Sekoteng di Bandung ada yang hangat dan ada yang digin. Selain penjual sekoteng jahe yang berjualan di jalan, ada juga yang menjualnya di kedai-kedai, seperti yang ada di Jalan Cibadak. Minuman hangat ini sudah terkenal dan menjadi langganan para pengjung kuliner Cibadak untuk menikmatinya. Sekoteng yang menghangatkan berbeda dengan sekoteng dingin yang juga dijual di kota ini.

Minuman hangat lainnya di Bandung adalag ronde. Ronde ini pun banyak penjualnya. Namun yang paling terkenal adalah Ronde Alkateri. Rada ronde jahe di Alakteri terdiri dua macam, yakni ronde yang besar rasanya kenyal dan ketika digigit di dalamnya terasa ada kacang. Sedangkan yang kecil, kenyal namun tidak berisi.

Penjual ronde di sana menyediakan dua macam pemanis, yang pertama pemanis yang terbuat dari gula merah, sedangkan yang satu lagi terbuat dari gula putih. Tinggal pilih mau gula merah atau gula putih. Ronde itu diseduh bersama gula, dan jahe ke dalam mangkuk kecil.

Minuman Hangat Bajigur dan Bandrek

minuman hangat sekoteng
Roda penjual sekoteng di Bandung. | Foto serbabandung.com

Kalau yang ini sudah tentu paling favorit. Namanya bajigur dan bandrek. Seperti sekoteng, bajigur juga banyak yang menjualnya menggunakan roda dorong. mulai terlihat pada sore hari. Mereka selain menjual minuman menyegarkan tersebut juga membawa makanan yang cocok disantap bareng bajigur. Makanan tersebut adalah kacang rebus, pisang rebus, singkong, ubi, ciu, dan lain-lain.

Selain penjual menggunakan roda, di Bandung juga ada penjual di tenda atau di gerai. Salah satunya adalah Bajigur Ibu Hj. Siti Maemunah. Siti mulai berdagang pada 1958. Awalnya berdagang di Jalan Supratman, kini berjualan di Jalan Cisangkuy Bandung.

Selain menjual minuman tersebut juga menjual nangka goreng. Tak hanya gorengan nangka di tenda ini pun menjual gorengan lain. Jangan lupa bandrek susu yang rasanya menyegarkan siap untuk diseruput pengunjung.

Di dekat Pusdai, ada Mak Uneh, siap menyediakan minuman yang menyegarkan tersebut buat penggemar minuman ini. Di kios itu pun menjual aneka gorengan, terutama katimus. Katimus adalah makanan tradisional di Jawa Barat yang sudah jarang ditemui.

Di sekitar wisata Dago Pakar, Taman Hutan Raya, dan Curug Dago terdapat Warung Bandrek. Kawasan ini sering dikunjungi para wisatawan. Mereka ada yang menggunakan mobil, sepeda motor, atau sepeda.

Di trotoar kawasan Jalan Cilaki juga terdapat penjual bajigur. Tempat ini banyak dimanfaatkan penggemar bajigur untuk menongkrong malam-malam. *

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.