Mini Lab Food Security Bikin Konsumen Lebih Tenang Berbelanja

Mini Lab Food Security merupakan laboratorium untuk memeriksa keamanan dan kelayakan makanan. Warga bisa memanfaatkan laboratorium ini untuk menguji keamanan dan kelayakan makanan yang bakal dikonsumsi.

Saat ini Kota Bandung baru memiliki satu unit kendaraan laboratorium keliling. Rencananya, Pemkot Bandung akan menambah lagi unit lab keliling tersebut. Inovasi ini merupakan yang pertama di Indonesia dan digagas Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung.

Selain kendaraan keliling, Mini Lab Food Security pun ditempatkan ditempatkan di supermarket, pasar modern, dan tradisional. Mini Lab Food Security melayani 69 pasar modern dan 33 pasar tradisional yang ada di Kota Bandung.

Mini lab merupakan tempat pemeriksaan mutu pangan segar seperti daging, susu, telur, beras, ikan, sayuran dan buah-buahan secara cepat (Rapid Test). Misalnya clorin pada beras, durante test untuk daging ayam tiren, uji formalin pada ikan laut, boraks, peroksid yang biasa digunakan untuk pemutih pada kikil dan babat, residu pestisida pada sayuran, dan pork detection kitt yang biasa digunakan untuk cek daging babi.

Keberadaan Mini Lab Food Security akan membuat masyarakat lebih tenang dalam memilih pangan untuk dikonsumsi. Dengan waktu yang sangat singkat, konsumen bisa mengetahui kandungan yang ada di dalam bahan makanan. Masyarakat bisa lebih nyaman mengonsumsi pangan segar seperti daging, beras, ikan, telur, susu, sayuran, dan buah buahan), baik yg dipasarkan di pasar modern maupun pasar tradisional

Mini Lab Food Security Dikelola Ahlinya

mini lab food security
Mini lab food security di sebuah supermarket. | Foto youtube Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung

Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung menempatkan orang-orang ahli di mini lab tersebut. Mereka menyelenggarakan pelatihan yang diikuti 50 petugas mini lab food security dari pasar tradisional dan pasar modern. Pelatihan pemeriksaan pangan segar sudah digelar sejak akhir tahun 2016.

“Ini memang sangat membantu para petugas untuk memastikan keamanan makanan yang akan dikonsumsi warga. Dengan ‘rapid test’, petugas hanya membutuhkan waktu satu menit untuk memastikan daging sapi tidak tercampur dengan daging celeng. Padahal biasanya memerlukan waktu 3 sampai 7 hari,” jelas Kepala Dispangtan Kota Bandung, Elly Wasliah.

Mini Lab ini  mendapatkan penghargaan Top 40 Inovasi Pelayanan Publik 2018 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Penghargaan diserahkan oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla kepada Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana pada acara The International Public Service Forum 2018, di Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Bahan Tulisan

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.