Memancing di Sungai Citarum Lama di Beleendah, Kabupaten Bandung

TEMPAT memancing di Kota Bandung banyak sekali. Tak hanya di kolam pemancingan yang sengaja dibuat, di sungai-sungai pun sering terlihat. Ikannya bermacam-macam, ada yang mujair, mas, nila, atau lele. Waktu mereka memancing tak tentu ada yang pagi, siang, sore, bahkan malam hari. Satu di antara sungai yang sering dipancing adalah Sungai Citarum.

Tempat mancing di sungai terpanjang di Jawa Barat ini satu di antaranya di Desa Cijagra, Beleendah, Kabupaten Bandung. Setiap pagi, siang, dan sore selalu terlihat jajaran orang yang sedang memancing. Mereka memanfaatkan aliran sungai citarum lama di desa tersebut. Sebelum disudet, sungai ini merupakan aliran utama Sunga Citarum.

Sabtu (30/6/2018) sore tampak berberapa orang memancing di tepi sungai itu. Mereka tenang sekali menunggu pancingannya dimangsa ikan di air sungai berwarna hijau bercampur beberapa sampah plastik. Untuk menahan sengat matahari, satu di antara mereka ada yang berpayung. Dia sabar sekali memperhatikan umbul-umbul/kukumbul/pelampung bergerak.

Encum (70) ikut meramaikan di tepi sungai itu. Berkemeja lengan panjang, dia memperhatikan pancingannya sambil menyedot rokok Djarum Cokelat. Sesekali dia tarik pelan jorannya. Kemudian dia tarik dan melemparkan kembali pancing ke lebih tengah sungai itu.

Warga Sabar Memancing

memancing
Memancing di Sungai Citarum Lama, Cijagra, Baleendah, Kabupaten Bandung. | Foto serbabandung.com

“Di sini susah dapetnya. Paling lele. Kalau seperti mujair dan mas mah sulit sekali dapatnya,” kata Encum yang mengaku sudah tinggal sejak kecil di kawasan tersebut. Rumahnya pun tak jauh di tepi sungai itu. Beberapa meter di bawah jembatan biru di Cijagra.

Sungai itu sering digunakan warga memancing setelah ada pencanangan Citarum Harum. Anggota TNI Kodam III Siliwangi bersama warga terus membersihkan sungai tersebut dari sampah-sampai. Sebuah perahu bermesin khusus untuk membersihkan sampah sengaja disiapkan.

Seperti terlihat pada sore itu, perahu yang di pelampungnya tertulis Kodam IIi Sikiwangi itu bersama awaknya menyisir sungai membersihkan sampah-sampah tersebut hingga bersih. Pemancing yang ada di sana terpaksa menaikkan pancingannya agar tidak menghalangi laju perahu.

Di tepi sungai ini pun berbeda dari biasanya. Anak-anak setiap hari terutama pada sore hari terlihat bermain di sana. Ban-ban bekas yang disulap menjadi tempat duduk dan meja menjadi tempat main anak-anak tersebut. Mereka duduk dan saling bercengkrama di ban bekas yang dicat warna-warni. Tak hanya ban, sebelumnya beberapa tanaman ditanam di sana dalam rangka penghijauan.

“Yang membuat tempat duduk itu tentara (anggota TNI Kodam III Siliwangi) sama warga,” kata Encum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.