Masjid Istiqamah Pindahan dari Cihapit yang Dekat Gedung Sate

MASJID yang kerap dipadati jemaah di Kota Bandung, selain Masjid Raya Bandung adalah Masjid Istiqamah. Masjid ini terletak di Jalan Citarum tidak jauh dari Gedung Sate, dan tidak jauh dari pusat perbelanjaan Jalan RE Martadinata atau Jalan Riau.

Seperti masjid-masjid lainnya di Istiqamah juga banyak digelar kegiatan keagamaan seperti pengajian kaum ibu, pengajian rutin Alquran dan sunah yang dipimpin oleh Ustaz R.Soetrisna BA, dan kegiatan lainnya. Kegiatan keagamaan akan semakin banyak ketika memasuki hari besar agama Islam, terutama pada Ramadan.

Bagian belakang Masjid Istiqamah Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung
Bagian belakang Masjid Istiqamah Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Seperti pada Ramadan 1435 Hijriah di masjid ini menggelar kegiatan ceramah dan tarawih, tadarus Alquran, kultum setelah lohor, panggung Ramadan menjelang buka saum, kuliah duha, pembagian sembako, peduli Asatid TKA/TPA dan lain-lain.

Masjid Istiqamah tadinya bukan di Jalan Citarum. Cikal bakal masjid ini berada di Jalan Cihapit persis di belakang pasar dan diapit rumah-rumah penduduk. Bangunannya amat sederhana. Namanya juga masih Masjid Cihapit.

Seiring perkembangan masjid tersebut sudah beberapa kali mengelami renovasi. Namun yang paling mempengharuhi keberadaan masjid adanya keinginan untuk memindahkan masjid dari Cihapit ke lokasi yang baru.

Keinginan tersebut bukan tanpa alasan, Masjid Istiqomah di Cihapit ternyata sudah tak mampu lagi menampung jemaah yang terus meningkat. Maka dibentuklah Panitia Pembangunan Masjid Baru Istiqamah pada 5 Oktober 1966.

Ada beberapa alternatif lokasi untuk mendirikan masjid baru tersebut, yakni di Lapang Tenis dekat SD Percobaan Islam Jalan Sabang, tanah Cihapit (sekarang digunakan sebagai kantor Polisi), lapangan Jalan Pulo Laut, lapangan yang sekarang menjadi Taman Pramuka di Jalan RE. Martadinata atau Jalan Riau.

Masjid itu akhirnya dibangun di Taman Citarum, berdasarkan Surat Keputusan no.13146/’67. Tepat setahun setelah Panitia dibentuk, 5 Oktober 1966, yaitu pada 3 Oktober 1967.

Proses penyelesaian pembangunan bagian dasar, masyarat umum menyebutnya sebagai tingkat satu, terjadi pada 1972-1975.*

Fakta Masjid Istiqamah

  • Cikal bakal Masjid Istiqamah di Jalan Citarum.
  • Dibentuklah Panitia Pembangunan Masjid Baru Istiqamah pada 5 Oktober 1966.
  • Alternatif lokasi untuk mendirikan masjid baru tersebut, yakni di Lapang Tenis dekat SD Percobaan Islam Jalan Sabang, tanah Cihapit (sekarang digunakan sebagai kantor Polisi), lapangan Jalan Pulo Laut, lapangan yang sekarang menjadi Taman Pramuka di Jalan RE. Martadinata atau Jalan Riau.
  • Masjid itu akhirnya dibangun di Taman Citarum, berdasarkan Surat Keputusan no.13146/’67. Tepat setahun setelah Panitia dibentuk, 5 Oktober 1966, yaitu pada 3 Oktober 1967.
  • Proses penyelesaian pembangunan bagian dasar, masyarat umum menyebutnya sebagai tingkat satu, terjadi pada 1972-1975.

Sumber: http://suaraistiqamah.net/

 

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.