Masjid Agung Al Ukhuwwah, Masjid Tanpa Penyangga

SALAH satu masjid besar di Kota Bamdung adalah Masjid Agung Al Ukhuwwah. Masjid ini letaknya di Jalan Wastukencana.  Tak jauh dari kantor Pemerintahan Kota Bandung. Selain itu masjid ini tak jauh dari pusat bisnis di Jalan Merdeka.

Sebelumnya masjid ini bernama Masjid Raya Balai Kota Al Ukhuwah. Berdasarkan Surat Kepala Kantor Departemen agama  Kota Bandung No KD.10.19/BA.05/2329/2007 pada 27 Juli 2007 namanya berubah menjadi Masjid Agung Al Ukhuwwah Kota  Bandung.

Pendirian masjid ini awalnya untuk memberi kesempatan pada pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Balai Kota Bandung untuk beribadah di masjid. Sebelum masjid ini berdiri para PNS kesulitan melaksanakan salat di masjid, saat salat zuhur dan Asar. Mereka salat di musala-musala kantor.

Masjid Agung Al Ukhuwwah Kota Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung
Masjid Agung Al Ukhuwwah Kota Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Sedangkan untuk salat Jumat mereka harus berpindah-pindah. Biasanya aula lantai 3 Balai Kota sering digunakan untuk  salat Jumat.

Masjid ini bisa menampung 3.500 orang. Arsitek Masjid Al Ukhuwwah, ini adalah Ir. H. Keulman Mas Eman. Lantai masjid terbuat dari kayu parkit jati. Penggunaan kayu ini untuk memberikan rasa hangat saat musim hujan, dan adem ketika panas menyengat kepada pada jemaah.

Uniknya masjid ini dirancang tanpa penyangga di tengahnya. Besi-besi yang berada di langit-langit menjadi pengikat konstruksi masjid yang tanpa penyangga ini. Menuru Keulman di Youtube.com Net Biro Jabar masjid tanpa penyangga menguntungkan buat jemaah yang sedang mendengarkan ceramah.

Di langit-langit masjid ini tergantung lampu yang memberikan penerangan pada malam hari. Dua dinding ke arah kiblat  masjid berwarna hijau yang dihiasi kaligrafi mengapit ruangan tempat khotbah.

Adapun dinding tempat khotbah dilapisi marmer yang di atasnya terdapat ukiran. Sedangkan di latar belakang terdapat  kaligrafi berbentuk bundar berwarna keemasan. Di sana juga terdapat mimbar yang di sebelah kiri tedapat jam model  kuno yang terbungkus kayu.

Di areal tanah 4.000 meter per segi dulunya berdiri bangunan kuno peninggalan kolonial Belanda. Gedung itu tidak  terawat hingga akhirnya Masjid Agung Al Ukhuwwah berdiri dan mulai bisa digunakan pada 19 Agustus 1998. *

Fakta Masjid Agung Al Ukhuwwah

  • Masjid ini berdiri di areal tanah 4.000 meter per segi
  • Masjid Agung Al Ukhuwwah berdiri dan mulai bisa digunakan pada 19 Agustus 1998
  • Berdasarkan Surat Kepala Kantor Departemen agama Kota Bandung No KD.10.19/BA.05/2329/2007 pada 27 Juli 2007 nama masjid menjadi Masjid Agung Al Ukhuwwah Kota Bandung
  • Masjid ini bisa menampung 3.500 orang
  • Arsitek Masjid Al Ukhuwwah ini adalah Ir H Keulman
Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.