Makanan Khas Tionghoa di Bandung yang Pertahankan Rasa Klasik

Makanan khas Tionghoa di Bandung mudah dicari. Coba saja jalan-jalan di kawasan pecinan di Jalan Sudirman, Cibadak, Oto Iskandardinata, Pecinan Lama, Astanaanyar, Gardujati, hingga Jalan Dalem Kaum. Semua makanan khas Tionghoa tersedia di sini. Mulai dari bakpao, mi, cakue, bubur, bakcang, dan lain-lain.

Untuk mencari bakpao di Bandung tak terlalu sulit karena banyak penjual keliling dan tenda kaki lima. Namun jika ingin mendapatkan bakpao yang rasanya klasik bisa datang ke kedai bakpao Min Yen di simpang empat Jalan Astanaanyar dan Jalan Sudirman.

Kedai ini menjual bakpao manis, bakpao asin dan bakpau spesial. Bakpao manis berisi kacang hijau atau kacang merah. Adapun bakpao asin berisi daging ayam.

Bakpao spesial adalah bakpao yang isi dagingnya lebih banyak daripada bakpau biada. Di dalamnya juga terdapat telur dan beberapa isian lain. Selain bakpao di sini juga menjual siomay.

makanan khas tionghoa
Makanan khas Tionghoa di Toko Osin Jalan Babatan, Bandung. | Foto serbabandung.com

Makanan khas Tionghoa berupa mi lebih gampang lagi mencarinya. Namun untuk makanan ini yang rasanya masih jadul tapi lezat ada di beberapa tempat. Yang pertama Mi Naripan di Jalan Naripan. Kemudian bakmi Parahyangan di Jalan Dalemkaum. Mi jadul yang masih tetap favorit adalah Mi Linggarjati di Jalan Balonggede. Kedai mi lainnya banyak tersebar di Bandung.

Cakue pun sangat mudah dicari. Makanan khas Tionghoa ini penjualnya tersebar hingga ke halaman sekolah. Di Bandung ada dua penjual cakue yang layak dikunjungi. Yang pertama adalah cakue Toko Osin. Cakue di toko di Jalan Babatan ini ukurannya besar. Lagi pula rasanya benar-benar klasik karena toko ini sudah ada sejak 1920. Toko Osin buka pada pukul 05.00.

Makanan Khas Tionghoa di GOR Pajajaran

Penjual cakue lainnya ada di Jalan Pajajaran. Tepatnya di belakanga GOR Pajajaran. Namanya Lie Tjay Tat. Cakue di sini cocok untuk sarapan. Ukurannya tidak biasa, lebih besar ketimbang cakue yang biasa diperoleh di pedagang cakue lain. Kedai ini menyediakan saus nanas dan saus tomat. Cakue Lie Tjay Tat sudah ada sejak 1934. Berdasarkan blog kuliner yang beredar, kedai ini dulunya buka di Pasar Baru.

Kalau ingin menikmati bubur khas Tiongkok bisa diperoleh di kedai Lie Tjay Tat. Namanya bubur hokkian yang terbuat dari kacang tanah. Bubur ini cocok bila dimakan dengan cakue. Rasanya manis, dan kacangnya lembut. Mantapnya disantap saat lagi hangat. Warnanya putih kecokelatan. Biasanya disajikan di mangkuk kecil. Bubur kacang tanah juga bisa diperoleh di Toko Osin, Jalan Babatan No 64a.

Bubur yang ini lain lagi. Namanya bubur Hong Sin. Warga lebih mengenal bubur ini sebagai bubur malam karena disajikan pada malam hari. Bubur ini merupakan sajian dari Restoran Hong Sin yang khas menyajikan Chinese Food. Di Rumah makan ini menyediakan bubur ayam, bubur ikan, bubur sapi, bubur babi, bubur tirem, bubur pie tan, dan bubur samkitie. Restoran Hong Sin berada di Jalan Banceuy 110.

Bagaiaman, tertarik? Jika masih ada yang belum tersebut, seperti bakcan mohon dengan kerelaannya untuk menambahkannya di kotak komentar di bawah ini. *

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.