Lonceng di Halaman Pendopo Kota Bandung yang Masih Misteri

DI halaman pendopo Bandung di Jalan Dalem Kaum Bandung terdapat sepasang lonceng yang sudah mulai terlihat pengunjung baru saja melewati pintu gerbang pendopo. Ukurannya lumayan tinggi. Temboknya bercat putih, sedangkan loncengnya berwarna keemasan berada di bawah pohon beringin.

Tak banyak infromasi yang bisa diperoleh mengenai benda ini. Apakah pendiriannya bersamaan dengan pembangunan pendopo, sebelumnya, atau sesudahnya? Dalam beberapa tulisan yang dibaca penullis  mengenai pembangunan pendopo jarang disinggung mengenai keberadaan lonceng ini.

Lonceng kembar di Pendopo Bandung.
Lonceng kembar di Pendopo Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Di blog ekorisanto.blogspot.co.id dalam artikel “Misteri Pendopo Kota Bandung bagian ke-3″ yang diauplod pada Juli 2007, lebih membahas pada misteri keberadaan lonceng tersebut. Blog tersebut mengutip Bandi Sobandi, pimpinan Pengelola Urusan Rumah Dinas Pemkot Bandung, yang juga membawahi Pendapa Bandung, mengakui hal-hal aneh terkait lonceng yang berada di halaman pendopo.

Dalam blog itu Bandi mengisahkan lonceng itu sering berbunyi sendiri. Menurutnya, lonceng itu tak boleh sembarangan dipukul. “Jangan coba-cobalah, kalau tak ingin terjadi sesuatu,” kata Bandi seperti dikutip ekorisanto.blogspot.co.id.

Pemilik akun Path Sofyan sempat meng-uplod foto benda itu pada malam hari yang berlatar belakang menara kembar Masji Raya Bandung. Dia  berkomentar, “Lonceng yang ada di Pendopo Wali Kota dari jaman Belanda bertuliskan aksara sangsekerta yang maksudnya tidak boleh dibunyikan, apabila dibunyikan berarti akan ada sesuatu bencana bagi Kota Bandung..berlatar belakang Mesjid Agung Bandung.”

Pemilik akun facebook Mahanagari berpendapat lain terhadap keberadaannya. Mahanagari juga sekaligus meng-uplod foto lonceng di akun facebooknya itu. Dia mengomentari keberadaan lonceng tersebut di boks komentar yang telah disediakan.

“Entah sudah berapa puluh tahun lonceng Pendopo Bandung ini dalam mode bisunya. Padahal pada jamannya dulu cukup sering dibunyikan untuk mengumpulkan orang-orang di seputaran Alun-alun Bandung untuk meyaksikan kejadian-kejadian penting di waktu lampau. Bunyinya cukup traumatik bagi sebagian orang pada jamannya karena sering pula dibunyikan untuk menandai adanya eksekusi mati para pemberontak Pemerintah Hindia Belanda,” demikian Mahanagari menulis.

Pendopo Bandung dibangun saat Bupati Wiranatakusumah II memerintah kota ini  pada 1810 masehi. Pembangunannya merupakan kehendak bupati untuk memenuhi rancangan Gubernur Jenderal Daendels yang saat itu sedang membangun jalan pos (Grote Postweg). Pendopo adalah  bangunan  yang pertama kali didirikan di Alun-alun Bandung.

Fakta dalam tulisan ini masih sumir dan masih banyak bolongnya. Jika penulis memiliki fakta baru akan langsung meng-update tulisan ini. Untuk pembaca, jika ada informasi baru  silakan share di boks komentar di bawah ini. Mohon maaf atas kekurangannya. Terima kasih. *

Lonceng di Pendopo Bandung

  • Jumlahnya ada dua
  • Berdiri di bawah pohon beringin
  • Pendopo sendiri   dibangun saat Bupati Wiranatakusumah II memerintah kota ini  pada 1810 masehi.
  • Pembangunannya merupakan kehendak bupati untuk memenuhi rancangan Gubernur Jenderal Daendels yang saat itu sedang membangun jalan pos (Grote Postweg).
  • Pendopo adalah  bangunan  yang pertama kali didirikan di Alun-alun Bandung.

Bahan tulisan dari  https://www.facebook.com/mahanagari.nusantara/photos/a.170903702929653.34773.159271470759543/825600520793298/,  http://ekorisanto.blogspot.co.id/2009/07/misteri-pendopo-kota-bandung-3-habis.html, https://path.com/moment/3YcVSb

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.