Kopi Java Preanger, Kopi Khas Jabar yang Kembali Dipopulerkan

 

KOPI Java Preanger adalah kopi Jawa Barat yang sempat berjaya. Tak hanya di Indonesia, tapi sampai ke luar negeri ketenarannya. Kopi yang penamamannya di antaranya dilakukan di Kabupaten Bandung ini mendapatkan perhatian dari pemerintah. Segala upaya untuk mengembalikan kejayaannya terus dilakukan.

Dalam laman disbun.jabarprov.go.id disebutkan Kopi  Java Preanger atau Kopi Arabika Java Preanger (KAJP) adalah kopi Arabika yang diproduksi oleh petani di wilayah Priangan dan ditanam di dataran tinggi Priangan. Ketinggiannya minimal 1.000 meter di atas permukaan laut (dpl).

Kopi Java Preanger dibedakan memiliki dua varian, yakni Kopi Arabika Java Preanger (KAJP) Bandoeng Highland dan Kopi Arabika Java Preanger (KAJP) Soenda Mountain.

Kopi yang termasuk ke dalam KAJP Bandoeng Highland adalah kopi yang ditanam di Gunung Cikuray, Gunung Papandayan, Gunung Malabar, Gunung Caringin, Gunung Tilu, Gunung Patuha, Gunung Halu, dan Gunung Beser. Kopi yang termasuk ke dalam KAJP Soenda Mountain adalah kopi yang ditanam di Gunung Burangrang, Gunung Tangkuban Perahu dan Gunung Manglayang.

ilustrasi kopi java preanger
Kopi.| Foto disbun.jabarprov.go.id

Kopi Java Preanger Memiliki Rasa Unik

KAJP memiliki kualitas rasa yang unik yang ditandai dengan komponen: Uniformity, Clean up, Sweetness, Flavor, Acidity, dan Balance.

Dari beberapa gunung yang disebutkan beberapanya berada di Kabupaten Bandung.

Direktur Puslit Kako Indonesia Dr. Misnawi mengatakan kopi Kabupaten Bandung memang sangat berkualitas. Kabupaten Bandung, kata dia, merupakan sentra utama produksi kopi Arabika di Jawa Barat yang mencapai 61%.

Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas komoditas kopi Kabupaten Bandung, Bupati H. Dadang M. Naser, SH,S.Ip.,M.Ip menandatangani Memorandum of Understanding/MoU (nota kesepahaman), antara Pemkab Bandung dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslit Koka) Indonesia tentang program pengembangan komoditas kopi dan kakao di Kabupaten Bandung di Rumah Jabatan Bupati Bandung, Selasa (24/4).

“Kabupaten Bandung merupakan sentra utama penghasil kopi arabika di Jawa Barat, sebetulnya ini didukung dengan harga arabika yang cukup menarik dan baik dari Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten punya keinginan kuat, untuk mengembalikan kejayaan kopi Preanger kembali pada masa kejayaannya,” ungkap Bupati.

Bupati menyampaikan, bahwa kopi asal Kabupaten Bandung itu tersebar di beberapa wilayah, seperti di Pangalengan (Malabar), Ciwidey, Pasirjambu, Cimaung, Ibun dan Cilengkrang. Artinya, sebagai penghasil kopi terbaik kelas dunia ini menjadi peluang ekonomi yang menjanjikan,
namun tantangan lainpun harus dihadapi bersama.

“Produksi kopi di kita sangat berlimpah dan punya kualitas terbaik internasional. Hal itu tentunya menjadi peluang ekonomi yang baik bagi masyarakat. Selain sebaran luas lahan kebun kopi yang mencapai 10 ribu hektar lebih, tanaman kopi di Kabupaten Bandung juga dikembangkan dalam mendukung program Citarum Harum,” imbuhnya.

Bahan tulisan dikutip dari Humas Pemkab Bandung dan disbun.jabarprov.go.id

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.