Jalan-jalan ke Museum di Sepanjang Jalan Diponegoro

SERING jalan-jalan di Jalan Diponegoro? Sekali-kali kunjungi museum-museum yang berada di sana. Jalan Diponegoro memang selain menyimpan bangunan-bangunan bersejarah, juga tempat berdirinya museum, yakni Museum Geologi, Museum Pos, Museum Gedung Sate, dan  Museum Perbendaharaan.

Museum yang paling populer di sana adalah Museum Geologi. Lokasi museum ini hanya beberapa meter dari Gedung Sate. Museum ini buka pada Senin-Kamis pukul 09:00-15:30, dan Sabtu-Minggu pukul 09.00-13.30. Jumat dan hari libur nasional museum ini tutup. Pengunjung harus membayar Rp 3.000 untuk melihat-lihat koleksi museum tersebut.

Museum Geologi menyimpan koleksi jejak kehidupan di dunia ini sejak zaman purba. Seperti fosil gajah berumur sekitar 250-200 ribu tahun lalu. Fosil hasil ekskavasi (penggalian) pada 2009 di Dusun Sunggun, Desa Mendalem Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora terpajang tepat di aula utama museum tersebut.

Masih ingin jalan-jalan ke museum? Sekarang bergeser ke Gedung Dwi Warna, Kantor Dirjen Perbendaharaan, Jalan Diponegoro 56. Di sana terdapat Museum Perbendaharaan yang diresmikan pada 26 September 2017. Museum ini untuk wahana sarana dokumentasi dan juga media edukasi bagi masayarakat. Di museum tersebut, pengunjung bisa lebih mengenal mengenai pengelolaan keuangan negara, khususnya perbendaharaan di Indonesia.

Museum Perbendaharaan menempati sayap barat lantai 1 Gedung Dwi Warna. Gedung ini sangat bersejarah karena di ruangan ini juga rapat-rapat Komisi Ekonomi dan Komite Kebudayaan Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 1955 berlangsung.

jalan-jalan ke Museum Gedung Sate
Warga jalan-jalan ke Museum Gedung Sate, di Jalan Diponegoro, Bandung. | Foto serbabandung,com

Museum Perbendaharaan menyajikan sejumlah display menarik yang bisa dilihat oleh pengunjung. Selain itu tersedia juga foto, koleksi dokumen, artefak dan peralatan kerja yang bernilai historis. Semua yang disajikan berkaitan dengan dinamika pengelolaan keuangan negara, khususnya perbendaharaan.

Jalan-jalan ke Museum Gedung Sate

Bagi yang ingin mengetahui secara detail sejarah pembangunan Gedung Sate silakan datang ke Museum Gedung Sate. Museum Gedung Sate berada di kompleks gedung tersebut di Jalan Diponegoro No 22. Lokasinya masih menyatu dengan gedung utama. Namun berada di bagian belakangnya.

Museum Gedung Sate didirikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk masyarakat yang ingin mengetahui sejarah gedung yang menjadi tempat pemerintahan provinsi ini berjalan. Pengunjung bisa datang pada pukul 09.30-16.00 setiap hari kecuali hari Senin ke museum tersebut.

Tempat wisata edukatif ini diresmikan pada 8 Desember 2017. Untuk menyambut peresmian selama Desember yang ingin menyaksikan displai-displai yang menarik, tak dipungut biaya. Namun mulai tahun depan harus bayar Rp 5.000.

Saat masuk ke museum, pengunjung mulai disuguhi perkembangan Kota Bandung sejak 1890. Masuk ke dalam lagi sejarah Gedung Sate, mulai dari pembangunan yang memperkerjakan orang Tionghoa, arsiteknya, lama pembangunan, pertumpahan darah saat karyawan PU mengangkat senjata malawan Tentara Gurkha, dan hingga gedung ini dijadikan pusat Pemerintahan Provinsi Jawa Barat, terurai jelas di museum ini.

Masih di Kompleks Gedung Sate ada Museum Pos. Lokasinya berada di sebelah Gedung Kantor Pusat PT Pos Indonesia di Jalan Cilaki 73. Bangunannya ada di sebelah timur Gedung Sate, tidak jauh dari kantor pemerintahan provinsi Jawa Barat. Museum ini sudah lama berdiri yakni pada 1931. Namanya saat itu adalah Museum Pos, Telegraf dan Telepon (PTT). Koleksinya tidak terlalu banyak, dan sebagian besar berupa perangko dari dalam dan luar negeri.

Di museum ini pengunjung bisa mengetahui selama masa kemerdekaan, PT Pos Indonesia sekurang-kurangnya sudah lima kali ganti nama dan ganti lambang. Awalnya Jawatan PTT (1945-1961), lalu jadi PN Postel (1962-1965), PN Pos dan Giro (1965-1978), Perum Pos dan Giro (1978-1995,) dan pada tahun 1995 jadi PT Pos Indonesia (Persero). *

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.