Jalan Braga, Dulu Ternyata Menyeramkan

JALAN Braga adalah jalan yang paling terkenal  di Kota Bandung. Tak ada orang yang akan melewatkan jalan ini ketika berkunjung kota ini. Tua muda sudah dipastikan akan menikmati ramainya Braga pada pagi, siang, sore, atau malam hari.

Dalam wikipedia diceritakan bahwa Jalan Braga tadinya hanya hanya sebuah jalan kecil di depan permukiman yang sunyi. Saking sunyi, orang-orang dahulu menyebutnya jalan culik karena saking rawannya kawasan tersebut.

Jalan Braga mulai terkenal setelah pengusaha Belanda mendirikan toko di sana. Jalan ini semakin terkenal pada 1920-1930-an dengan munculnya butik yang mengambil model dari Paris, Prancis. Hingga sekarang Paris memang menjadi kiblat model pakaian di dunia.

Pembangunan Societeit Concordia (Gedung Merdeka sekarang), Hotel Savoy Homann, gedung bioskot di belalakang Societeit Concordia (New Majestic sekarang) ikut mendongkrak ketenaran Jalan Braga.

Tempat hiburan malam, dan kawasan remang-remang mulai bermunculan.  Jalan Braga semakin dikenal jalan yang menjanjikan hiburan malam.  Para turis pun semakin betah peleserin di jalan yang tidak terlalu panjang itu.

Di Jalan Braga Ada Braga Walk

Jalan ini memanjang mulai dari Jalan Asia Afrika hingga perempatan Jalan Wastukencana. Jalan ini juga terpotong Jalan Naripan. Jalan ini memiliki panjang 700 meter dan lebar 7,5 meter. Di tepi jalan ini terdapat bangunan-bangunan yang bergaya lama. Masih ada yang dipertahankan, tapi ada juga yang sudah berubah.

Jalan aspal juga sudah diganti menggunakan batu andesit. Pergantian ini sempat menimbulkan kontroversi mengenai ketahanannya. Sekarang pun pemerintahan kota tengah mengganti trotoar dengan granit. Namun pengerjaannya terhenti karena pemegang proyek tidak bisa menyelesaikan pengerjaannya tepat waktu. Akibatnya Jalan Braga tidak beraturan. Arus lalu lintas di jalan ini pun  sering macet.

Meski begitu, masih banyak turis lokal dan turis mancanegara datang ke sini. Jumat (9/1/2015) sore, beberapa anak muda tengah berfoto tidak jauh dari pintu masuk Braga Walk. Pelukis juga masih menjajakan karyanya di trotoar yang belum jadi. Beberap orang tengah melihat-lihat lukisan tersebut

Pesona Braga sepertinya takkan lekang di makan zaman. *

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!