Gedung Vigano di Simpang Lima Bandung

GEDUNG ini disebut Gedung Vigano. Dari referensi di internet belum ditemukan mengapa gedung itu disebut Gedung Vigano. Namun di samping gedung tersebut ada gedung yang bertuliskan Vigano di pintunya.

Gedung itu letaknya di persimpangan lima Bandung. Tepatnya dibelokan Jalan Karapitan dan Jalan Asia Afrika. Gedung ini beberapa kali berubah fungsi. Terakhir gedung ini digunakan coffee shop and foodhub Lekker 188 sejak 2014 hingga sekarang.

Gedung itu didesain arsitek terkenal Eduard Cuypers pada 1912. Awalnya bangunan ini digunakan untuk apotek De Voor Zorg. Cuypers adalah seorang arsitek yang lahir pada 18 April 1859 di Roermond, Belanda. Dia wafat pada 1 Juni di Den Hag.

Selain merancang gedung Vigano, Cuypers juga merancang pembangunan Gedung Bank Indonesia di ujung Jalan Braga. Toko De Vries (Toko Padang) di Jalan Asia Afrika. Kemudian masih di Asia Afrika yakni Gedung Nedhandel NV.

Gedung Vigano Ditempati Lekker 188 Coffee Shop and Foodhub

Gedung Vigano sekarang ditempati Lekker 188 coffee shop and foodhub. Pengelolanya mengklaim
lekker 188 foodhub adalah sebuah coffee shop berkonsep baru yang menggabungkan coffee shop dengan foodhub (modern pujasera).

Sesuai dengan konsep pujasera di Lekker 188 terdapat berbagai macam makanan. Baik itu makanan asli Indonesia seperti masakan Manado, nasi rames, soto, nasi goreng, dan sate. Selain itu ada juga makanan seperti chicken rice, atau Chinese Food.

Gedung karya Eduard Cuypers yang dibangun pada 1912 di Simpang Lima Bandung | Foto serbabandung.com
Gedung karya Eduard Cuypers yang dibangun pada 1912 di Simpang Lima Bandung | Foto serbabandung.com

Pengelola kafe tidak menghilangkan nuansa kuno yang melekat pada gedung ini. Jarak langit-langit yang tinggi, pilar besar yang berada di dalam gedung tetap dipertahankan. Bahkan cat putih yang identik dengan bangunan tua masih melekat di interior maupun eksterior gedung itu.

Sofa yang empuk, serta kursi kayu yang disesuaikan dengan kondisi ruangan menambah kesan zaman dulu. Belum lagi jendela yang besar mengarah ke Jalan Asia Afrika semakin membuat pengunjung betah berlama-lama di sini.

Meski kental nuansa kuno, teknologi modern tetap dikedepankan. Di sini para pengunjung bisa menikmati fasilitas wifi. Pengunjung juga bisa menikmati pemutaran film yang disajikan oleh pengelola kafe. (*)

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.