Curug Panganten, Air Terjun di Kawasan Perkebunan di Pangalengan

Curug Panganten Pangalengan berada di areal Perkebunan Kertamanah, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Tempat wisata ini menawarkan pesona alam yang memikat. Selama ini Curug Panganten menjadi tujuan para wisatawan terutama pada hari libur.

Curug Panganten merupakan primadona wisata bandung selatan yang ada di pangalengan, selain Perkebunan Teh Malabar, Gunung Puntang, Gunung Nini, Situ Cileunca serta Pemandian Air Panas Cibolang.

Warga menamai curug ini Curug Panganten bukan tanpa alasan. Curug ini memiliki dua air terjun yang berdekatan bak sepasang kekasih yang tak mau terpisahkan. Maka warga pun menamai curug ini Curug Panganten. Panganten adalah Bahasa Sunda yang berarti penganten dalam Bahasa Indonesia.

Areal curug memiliki panorama memikat. Pengunjung akan disuguhi suasana pedesaan sejak di tempat parkir. Setelah itu pengunjung harus menyusuri petkebunan. Pemandangan indah akan berlanjut ketika memasuki hutan yang masih rimbun.

curug panganten
Curug Panganten di Perkebunan Kertamanah, Pangalengan, Kabupaten Bandung. | Foto https://tempatwisatadibandung.info/curug-panganten-pangalengan-bandung/

Setelah menyusuri hutan, dua air terjun berdampingan mulai terlihat di sebuah tebing yang berlumut. Percikan air dari air terjun mulai terasa menerpa tubuh. Air itu terus mengalir tanpa henti. Airnya yang tertampung di bawah terlihat jernih menggoda siapa pun ingin secepatnya berenang di sana.

Di Curug Panganten Cocok untuk Berselfie

Selain menikmati air terjun yang bening dan dingin, kawasan ini memiliki spot-spot menarik untuk berselfie. Latar belakang curahan air terjun merupakan spot menarik untuk berfoto. Pemamdangan alam yang indah pun bisa menjadi pilihan untuk berfoto di sana.

Meski sudah banyak yang mengunjungi, curug ini belum dikelola secara serius. Belum ada fasilitas memadai seperti toilet, musala, dan yang lainnya. Warung-warung pun hanya ada sebelum masuk ke kawasan curug.

Untuk menikmati wisata curug tersebut, pengujung tak perlu mengeluarkan uang alias gratis. Curug ini bisa dikunjungi setiap saat, namun waktu yang ramai pengunjung adalah pukul 08.00 hingga 17.00. Perlu diperhitungkan juga kabut yang biasa turun menutupi kawasan tersebut. Sebaiknya datang ke sini jangan sore hari.

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.