Cikahuripan, Tempat Wisata Terbaru di Kawasan Saguling

INI adalah tempat wisata baru di Kabupaten Bandung Barat. Namanya Cikahuripan. Tepatnya berada di Desa/Kecamatan Saguling. Orang belum banyak yang tahu mengenai keindahan wisata alam di dekat Waduk Saguling ini. Orang-orang telah lebih dulu mengenal Sanghyang Tikoro atau Sanghyang Heuleut.

Tempat wisata ini dikelola oleh warga setempat melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) KBB seizin perhutani setempat. Mereka membangun jalan untuk memberikan akses kepada para wisatawan. Tadinya memang jarang yang pergi ke sana sehingga tidak ada akses jalan yang memadai.

Wisatawan untuk melihat keindahan tempta tersebut harus berjalan sekitar satu kilometer. Jalan yang harus dilalui adalah bekas sungai yang mengering. Pengeringan terjadi saat Waduk Saguling mulai dioperasikan. Di bekas sungai tersebut tampak bebatuan.

Cikahuripan
Cikahuripan di Desa/Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat. | Foto http://jabar.tribunnews.com/2017/04/16/asyiknya-jelajah-sungai-dengan-pemandangan-tebing-indah-di-cikahuripan

Sepasang tebing setinggi kira-kira 10 meteran menjulang menyambut para wisatawan penikmat alam ini. Tebing yang terbentuk dari batuan purba itu panjangnya 100 meter. Tebing itu mengapit sungai kecil. Dari kejauhan sungai tersebut tampak berwarna hijau kebiruan.

Sungai itu rata-rata kedalamannya mencapai empat meter. Namun, di beberapa titik sungai tersebut lebih dangkal karena dasarnya bebatuan besar yang tersebar di sana. Permukaan batu-batu besar itu terlihat dari atas. Di antara bebatuan itu ada yang memiliki permukaan yang nyaris datar.

Cikahuripan Miliki Mata Air

Cikahuripan memiliki mata air yang memancar. Pada mata air tersebut terpasang sekat persegi dari bambu sehingga hanya satu orang yang bisa masuk. Banyak pengunjung yang menggunakan mata air tersebut untuk pengobatan. Air tersebut bisa langsung diminum.

Selain menikmati mata air, pengunjung bisa menjelajahi sungai kecil di Cikahuripan dengan menggunakan pelampung yang disediakan pengelola. Dengan pelampung, pengunjung bisa telentang, membiarkan arus membawa tubuh sembari menikmati keindahan tebing dan pohon-pohon. Terkadang kawanan monyet terlihat melompat dari satu pohon ke pohon lainnya.

Tak jauh dari Cikahuripan, terdapat beberapa tempat wisata lain, seperti Sanghyang Heuleut, Curug Halimun, dan Curug Sangkuriang. Namun, Curung Sangkuriang belum dibuka lantaran akses jalannya belum ada. *

Sumber: Tribun Jabar

 

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.