Yoghurt Cisangkuy, Rasa Yoghurtnya Tak Terlalu Asam

YOGHURT adalah minuman yang disukai berbagai kalangan. Tidak muda tidak tua jarang yang tidak menyukai minuman yang terbuat dari susu melalui fermentasi bakteri ini. Yoghurt tersedia dalam beraneka macam rasa, rasa alami, rasa buah, rasa vanilla, atau rasa cokelat. Di Kota Bandung banyak tempat yang menjual yoghurt, namun hanya beberapa tempat yang terkenal. Salah satunya adalah di Jalan Cisangkuy 86. Orang Bandung sangat mengenal yoghurt ini dengan nama Yoghurt Cisangkuy. Tempat ini bisa dijadikan untuk menghabiskan waktu bersama kerabat, atau bersama pasangan.

Yoghurt Cisangkuy  berdiri sejak tahun 1976. Sejak berdirinya, pengunjung bisa menikmati yoghurt sambil  menikmati suasana tempat yang cukup bersejarah dan alami. Di sini juga disediakan meja di taman. Bagi pengunjung itu bisa merasakan nikmatnya yoghurt berbeda di tempat lain. Banyak pepohonan di halaman depan memberikan kesejukan bagi pengunjung.

Selain tempatnya yang menyegarkan, Yoghurt Cisangkuy banyak disukai karena yoghurt-nya berbeda dengan yoghurt di tempat lain.  Yoghurt di sini  rasanya tidak terlalu asam, dan  banyak pilihan rasa unik yang layak untuk dicoba.

Di Yoghurt Cisangkuy Banyak Pilihan Rasa

Di Yoghurt Cisangkuy banyak pilihan rasa, seperti rasa cokelat, stroberi, anggur, leci, moka dan rasa lainnya. Menunya terbagi dua yakni yoghurt jus dan yoghurt non-jus. Kedua menu tersebut harganya  Rp 8.000 hingga Rp 15.000. Di sini juga ada yoghurt spesial yang diberi campuran rum. Harganya  cukup terjangkau yaitu sekitar Rp. 9.500.

Menu selain yoghurt juga disediakan di sini, seperti kentang dan sosis goreng yang harganya Rp 16.500. Ada juga
Serabi pisang keju yang harganya hanya Rp 5.000.  Menu lain adalah bakso, gado-gado, nasi goreng sampai soto.

Harga di atas bukan yang dikeluarkan pengelola Yoghurt Cisangkuy. Kemungkinan besar sudah berubah, atau kapan saja bisa berubah.

Yoghurt Cisangkuy buka setiap hari mulai dari pukul 07.30-19.30 WIB. Yoghurt Cisangkuy memberikan layanan baru yakni pesan antar. Namun layanan ini hanya berlaku untuk sekitar Bandung. Pemesanan tidak dibatasi, dan  harus mengeluarkan ongkos kirim Rp 10.000 sekali kirim.Layanan pesan antar ini buka dari pukul 11.00 hingga 18.00 WIB. *

Rumah Makan Ampera, Awalnya dari Rumah Makan Sempit

DI Kota Bandung ada Rumah Makan Ampera. Hampir di setiap sudut kota rumah makan khas sunda selalu hadir untuk memberikan yang terbaik buat pelanggannya. Rumah makan ini sudah semakin berkembang saat memasuki tahun 2000-an.

Rumah makan yang sudah sedemikian berkembangnya ternyata berawal dari rumah makan yang sangat tidak representatif di sekitar terminal Kebonkalapa Bandung (sekarang menjadi ITC Kebun Kelapa), pada tahun 1963.

Pada 1994 Rumah Makan ini membuka cabang di Jalan Astanaanyar. Pembukaan cabang Ampera ini karena yang di Kebonkalapa sudah tidak memadai lagi.

Rumah makan Ampera semakin berkembang setelah mendirikan beberapa cabang di Kota Bandung, dan Jakarta. Kini sudah ada 80 lebih cabang rumah makan tersebut.  Perkembangan itu mulai terasa pada 1994.

Adalah H. Tatang Sujani S.Sos beserta istri, Hj. St.E. Rochaety (alm) yang merintis runmakan tersebut. Pada 1963 Tatang mulai membuka usahanya di Terminal Kebonkalapa. Konsep geksor, yang artinya ketika tamu datang hidangan harus sudah tersedia, yang dipilih Tatang membuahkan hasil. Pelanggan pun berdatangan ke rumah makan nasi tersebut.

Rumah Makan Ampera Pertahankan Resep Menu Sunda

Rumah Makan Ampera terkenal tetap mempertahankan resep masakan sunda. Pelanggannya yang menyukai masakan khas sunda tersebut semakin keranjingan makan di sana karena harganya sangat terjangkau. Pelanggan rumah makan ini datang dari berbagai kalangan. Bahkan tidak hanya orang Bandung saja yang makan di sini, tapi juga orang luar Bandung yang kebetulan lagi berkunjung ke kota ini.

Tatang tidak sia-sia memutuskan untuk meninggalkan kampungnya di  Dusun Babantar, Desa Awiluar, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis, merantau ke Kota Bandung. Berkat keuletannya ini usahanya semakin berkembang.

“Jangan berhenti bermimpi kalau mau sukses, tapi ingat mimpi juga harus dibarengi dengan kerja keras,” kata H Tatang seperti dikutip Kabar Priangan.

Rumah makan Ampera di Soekarno Hatta, Rancabolang, Bandung, adalah salah satu yang paling banyak dikunjungi penggemar masakan Sunda. Rumah makan ini memilki konsep indoor. Para pengunjung bisa menikmati sajian di saung-saung yang telah disediakan pengelola di halaman. Meski begitu, bagi yang tak suka suasana di luar, pengelola menyediakan tempat di dalam ruangan. *