Asia Afrika, Kota Tua yang Terletak di Jantung Kota Bandung

JALAN Asia Afrika sudah terkenal di seantero dunia. Maklum jalan ini merupakan tempat berdirinya Gedung Merdeka yang sarat menyimpan sejarah negara-negara Asia Afrika. Di gedung inilah konferesi Asia Afrika berlangsung pada 18 April-24 April 1955 yang menggugah para pemimpin kawasan ini dengan menelorkan Dasasila Bandung. (Baca “Monumen Dasasila Bandung”).

Di jalan inilah  Marschalk Herman Willem Daendles, Gubernur Jenderal Hindia Belanda, yang  membangun jalan Anyer-Panarukan pada 1808-1811, menancapkan tongkatnya. Jalan Asia Afrika adalah bagian dari Grote Postweg (Jalan Raya Pos) yang membentang 1.000 km mulai dari Anyer ke Panarukan. (Baca “Titik 0 Km Bandung”)

Pal 0 Km tak jauh dari Hotel Prama Grand Preanger Hotel. Hotel ini  sudah bediri pada 1884.  Grand Hotel Preanger yang berarsitektur gaya Indische Empire direnovasi dan didesain ulang pada 1929 oleh Prof. Charles Prosper Wolff Schoemaker dibantu oleh mantan muridnya, Presiden RI pertama Ir. Soekarno (Baca “Prama Grand Preanger Hotel”).

Kantor Pos Besar Bandung Jalan Asia Afrika Bandung | FOTO serbabandung.com
Kantor Pos Besar Bandung Jalan Asia Afrika Bandung | FOTO serbabandung.com

Di Jalan Asia Afrika Berdiri Savoy Homann

Di jalan ini juga berdiri Savoy Homann Bidakara Hotel. Hotel ini  dibangun pada 1871. Awalnya dimiliki oleh seorang imigran asal Jerman, Mr. A. Homann, yang tiba di Tatar Priangan sekitar tahun 1870. Hotel ini semakin terkenal karena  kelezatan  rijsttafel Ny Homann. Hotel ini menjadi tempat menginap tamu-tamu terhormat Konferensi Asia Afrika pada 18 April-24 April 1955. Konon aktor komedi jaman dulu Charlie Chaplin pernah menginap di sini. (Baca “Savoy Homann Bidakara Hotel”)

Di samping Savoy Homann Bidakara Hotel terdapat gedung toko serba ada jaman dulu. Namanya  Toko de Vries. Sekarang gedung itu dimiliki Bank OCBC NISP. Gedung itu dibangun pada 1899. Bangunan tersebut bergaya arsitektur Oud Indisch Stijl (Klasik Indis), yang memiliki kekhasan berupa tiang-tiang kolom besar. (Baca “Toko de Vries”).

Di depan toko ini berdiri Gedung Merdeka. Gedung ini sarat sejarah. Gedung yang dulunya bernama  Sociëteit Concordia. Bangunan ini didirikan pada 1895. Pada 1926 bangunan ini direnovasi seluruhnya oleh Wolff Schoemacher, Aalbers dan Van Gallen. Gedung ini dulunya merupakan  tempat rekreasi orang Belanda. (Baca “Gedung Meredeka”)

Gedung Heritage di Sepanjang Asia Afrika

Di samping Gedung Merdeka, hanya terpisah Jalan Cikapundung Timur, terdapat Kantor PLN yang juga merupakan cagar budaya. Di deretan mulai dari Kantor PLN hingga pertigaan Jalan Banceuy terpadat gedung-gedung lama yang masih terpelihara seperti Gedung Nedhandel NV, Gedung Jiwasaraya, dan Gedung yang sekarang ditempati oleh Bank Mandiri. (Baca “Gedung Nedhandel NV”)

Gedung bergaya Eropa di Jalan Asia Afrika belum habis. Di sebrang gedung yang ditempati Bank Mandiri sekarang, terpisah Jalan Banceuy ada Gedung Kantor Pos. Gedung ini bergaya arsitektur art deco dan selesai dibangun pada 1928. Berajalan sedikit ke arah Jalan Sudirman di sana ada toko jaman dulu, namanya Dezon (Baca “Kantor Pos Besar”).

Di kawasan simpang lima juga terdapat gedung yang arsitekturnya bergaya Eropa. Sebuah gedung yang tepat di belokan Jalan Karapitan ke Jalan Asia Afrika terdapat gedung yang diarsiteki de Cuypers pada 1912. Dahulu gedung ini  digunakan sebagai apotik ‘De Voor Zorg’. Di sini juga dulu terdapat gedung Singer (Baca “Simpang Lima”). *

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.