Alun-alun Bandung, Rumput Sintetis Telah Membentang

KERJA Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dapat pujian. Setelah meresmikan kembali Alun-alun Bandung, semua orang berdecak kagum. Warga menganggap Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, telah berhasil mengembalikan fungsi alun-alun sebenarnya.

Dalam Wikipedia, alun-alun disebutkan sebagai lapangan terbuka yang luas dan berumput yang dikelilingi oleh jalan dan dapat digunakan kegiatan masyarakat yang beragam. Beberapa hari, setelah peresmian pada 31 Desember 2015, fungsinya mulai terlihat. Warga kini secara bebas menikmati Alun-alun Kota Bandung.

Rumput sintetis yang terhampar di lahan 4.800 meter per segi itu kini menjadi tujuan favorit warga Kota Bandung. Mereka membawa keluarganya sekadar menikmati rumput buatan tersebut. Mereka tidak peduli meski harus membuka alas kaki jika ingin menginjak rumput sintetis.

Keseluruhan luas Alun-alun sebetulnya 1,2 hektare, namun hanya 4.800 meter per segi yang berumput sintetis. Lahan lainnya diisi  pot bunga, taman,  tempat bermain, tempat berjalan, dan tempat duduk. Kursi tempat duduk dipasang di trotoar yang mengeliling Alun-alun.

Trotoarnya terbuat dari granit alam dilengkapi tong sampah tak jauh dari kursi.  Di Alun-alun  Jalan Asia Afrika dibangun selter angkutan umum  yang diklaim terpanjang di dunia. Di selter itu ada tulisan besar, “Taman Alun-alun Bandung”.

Peresmian Alun-alun Bandung Disambut Antusias

Saat persemian disambut antusias oleh warga. Ribuan orang tumplek di alun-alun menikmati suasana baru. Pada peresmian itu  Emil secara simbolik melepas  balon gas ke udara.

“Taman istimewa ini salah satu persembahan untuk warga. Silakan gunakan. Jaga etika dan jaga kebersihan,” ucap Emil dalam sambutannya.  Emil juga meminta kepada warga untuk menjaga aset berharga tersebut.

Alasan menggunakan rumpur sintetis, kata Emil karena  taman seluas 1.2000 meter persegi itu berdiri di atap sebuah bangunan parkir yang terbuat dari  beton, tidak memungkinkan untuk menanam rumput asli.

Alun-alun Bandung telah menjadi tempat favorit warga Kota Bandung. Mereka beramai-ramain memanfaat rumput sintetis untuk bermain, duduk dan bercengkrama. Mereka rela membuka sandal atau sepatu agar rumput itu tetap bersih. *

*

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!