Ali Agrem, Kue Tradisional Khas Sunda yang Manis dan Lezat

ALI Agrem kembali naik pamor. Makanan tradisional khas sunda dan rasanya manis ini masuk dalam jajaran Original Rekor Indonesia. Minggu (19/8/2018), seribuan orang mencicipi kue yang disebut kue cicin itu di area Gedung Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung. Acara tersebut berlangsung pada Festival Gelar Budaya Sabilulungan.

Selain untuk memecahkan rekor, gelaran tersebut menurut Kelapa Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Agus Firman Zaini, untuk melestarikan makanan tradisional tersebut. Masyarakat, kata Agus diharapkan lebih mencintai makanan lokal khas Jawa Barat yang jarang dijumpai di pasaran. Selain itu juga untuk memberdayakan pengrajin kuliner tradisional.

Untuk melestarikan kue tersebut Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung mengajak UMKM yang memproduksi kue itu melakukan inovasi.

“Insya Allah dengan pelaku usaha ali agrem akan dibuat varian lainnya. Dengan warna dan rasa yang berbeda sebagai inovasi produk agar tetap eksis di pasaran,” kata Agus.

Ali agrem adalah kue yang terbuat dari tepung beras ketan. Untuk pemanis adonan beras dicampur gula merah. Bentuknya menyerupai cincin. Namun ukurannya lebih besar. Oleh karena itu kue tersebut disebut kue ali. Ali adalah cincin dalam Bahasa Sunda.

Cara Membuat Ali Agrem

Ali agrem
Ali agrem. | Foto serbabandung.com

Cara membuat ali agrem pertama-tama gula merah dimasak hingga mencair dan matang. Selanjutnya cairan gula merah dituangkan ke wadah berisi tepung beras. Aduk hingga merata. Adonan yang sudah siap dicetak menggunakan tutup botol sehingga ukurannya sama. Jangan lupa di tengah adonan diberi bolong. Masukkan penggorengan. Goreng satu per satu hingga berwarna emas kecoklatan.

Dalam laman http://dishubkominfo.karawangkab.go.id/berita/ali-agrem-khas-karawang, makanan khas Sunda ini diklaim sebagai makanan khas Karawang. Disebutkan Desa Lemahmukti, di Desa Lemahmukti, Karawang adalah penghasil makanan berbentuk donat mini ini.

Kue ini biasanya disajikan dalam upacara adat seperti pernikahan, khitanan, dan tujuh bulanan. Kue cincin juga sering hadir mendampingi kue moderen lainnya pada perayaan Idulfitri. Penyajiannya bisa kapan saja tak terbatas oleh waktu. Kopi dan teh panas biasanya menjadi teman kue cincin saat disantap.

Kawasan pembuat kue ini di Bandung satu di antaranya di Ciluncat, Soreang, Kabupaten Bandung. Kue ini pun dijual di Cake Shop Ali Agrem Buhun, Jalan Soekarno Hatta No.4, Cibuntu, Bandung Kulon, Kota Bandung. Penjual ali agrem banyak yang menjajakannya di penjual kue basah di pasar-pasar tradisonal.

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.