Gunung Batu Spot Menarik Berfoto di Kawasan Baleendah

KALAU lagi mencari lokasi untuk berfoto berlatar belakang yang agak beda jangan lewatkan gunung batu di Balaeendah, Kabupaten Bandung. Bentangan bekas galian yang tersebar di beberapa lokasi di sana, tepatnya di Pasir Paros, Baleendah, memang layak untuk dipertimbangkan.

Setiap sore tempat ini menjadi favorit warga untuk sekadar nongkrong, duduk di batu sambil memperhatikan lalu lintas yang tak terlalu ramai di Jalan Adipatikukur yang tak jauh dari gunung tersebut.

gunung batu di baleendah

Gunung Batu di Baleendah. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Jalan Adipatiukur adalah jalan tembus dari Jalan Laswi ke Jalan Raya Banjaran. Jalan ini merupakan jalur alternatif dari arah Banjaran jika di Jalan Raya Dayeuhkolot terendam oleh banjir. Di kawasan ini terdapat sebuah Rumah Sakit Umum Daerah Al-Ihsan.

Gunung batu di Pasir Paros ini bukan merupakan bentukan alam, tetapi merupakan hasil pekerjaan tambang manusia yang bertahun-tahun menggali gunung tersebut untuk diambil batunya.

Tahun 1990-an penambangan batu di sana masih bisa terlihat. Sekarang penambang batu di gunung itu sudah tidak ada. Kini yang tersisa bukit berbatu bentukan penambangan tersebut dan sebuah lapang yang terhampar mulai dari tepi bukit itu ke jalan.

Gunung Batu di  Baleendah Ada yang Jadi Tempat Wisata

Bukit yang terlihat di Jalan Adipatiukur hanya sebagian saja. Bukit bebetuan akibat penambangan masih banyak tersebar di kawasan ini, seperti di belakang rumah-rumah yang berjejer di jalan ini. Bukit-bukit bekas penambangan itu sudah mulai tertutupi tumbuhan liar.

Di kawasan Manggahang, tak jauh dari Situ Sipatahunan pun terhampar bukit-bukit bebatuan bekas penambangan. Di sini penambang batu masih bisa terlihat satu dua orang. Bahkan bekas penambangan batu di Cimalaka, masih tak jauh dari kawasan ini dijadikan tempat wisata bernama Kampung Batu Malakasari.

Menurut laman kampungbatu.co.id, kawasan yang memiliki luas 50.000 meter persegi ini merupakan bentukan bekas penambangan batu yang dieksploitasi secara tradisional oleh masyarakat setempat sejak 1900. Kemudian direklamasi dan diubah menjadi sebuah lokasi menarik pada 2002.

Kampung Batu Malakasari berada di Jalan Raya Banjaran (Rencong), Desa Malakasari, Kecamatan Baleendah. *

Rumah Batik Komar Usung Batik Khas Bandung

RUMAH batik Komar membuat terobosan dengan membuat motif batik khas Kota Bandung, seperti motif jembatan Pasupati dengan kombinasi bunga patrakomala (Caesalpinia pulcherrima), motif alat musik khas Jawa Barat angklung, dan motif bunga patrakomala.

Batik-batik bermotif khas Bandung tersebut bisa diperoleh di Rumah Batik Komar Jalan Sumbawa 22, Bandung. Harganya berkisar Rp 75.000 – Rp 10.750.000.

Batik Komar menawarkan wisata budaya. Di sini, pengunjung bisa belanja batik sambil mempelajari pembuatan dan sejarah batik. Yang menarik pengunjung bisa langsung mempraktekan pembuatan batik. Di atas kain polos berukuran 40 kali 40 sentimeter. Para pengunjung menggambar motif di kain tersebut kemudian menjadikannya batik dengan teknik cap atau tulis.

perajin batik di rumah batik komar

Perajin batik di Rumah Batik Komar. | batik-komar.com

Batik Komar buka setiap hari, mulai pukul 08:00-17:00 WIB.

Rumah Batik Komar berdiri pada 1998. Pendirinya H. Komarudin Kudiya S.Ip., M.Ds bersama Hj. Nuryanti Widya. Komarudin adalah praktisi batik yang lahir dan besar di Trusmi Plered Kabupaten Cirebon. Trusmi adalah sentra industri kerajinan batik Cirebon yang terkenal hinggga mancanegara.

Awalnya  Batik Komar menawarkan Batik Cirebonan. Seiring dengan perkembangannya, Rumah Batik Komar memperkenalkan desain–desain batik modern. Kreasinya yang unik, tematik dan mengikuti tren mode menambah nilai prestise bagi siapa pun yang memakainya.

Batik Komar memiliki visi melestarikan dan menumbuhkan tradisi batik Cirebon, bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Trusmi Plered Cirebon, dan menumbuhkan industri kerajinan batik Indonesia. Selain itu Batik Komar ingin membawa Batik Tradisional Trusmi Cirebon bisa lebih dikenal di kancah dunia batik nasional dan internasional.

Beberapa produk yang dikeluarkan oleh Batik Komar di antaranya hem lengan panjang dan pendek, bermacam jenis blus untuk wanita, sarimbit, sarung selendang/ pario selendang, kain panjang/sarung bahan, kain polosan, dan aksesori batik. *

Rumah Batik Komar

Jalan Sumbawa No.22 Bandung 40113
Telepon +6222.423.7688, Faks +6222.4210720, BB Pin 292643D2
Buka: Senin-Minggu, 09.00 wib–19.00 wib
e-mail batik.komar@gmail.com

Kantor Pusat dan Workshop Rumah Batik Komar

Jalan Cigadung Raya Timur I no 5 Bandung 40191
Telepon/Faks +6222.251.4788
Jam operasional:
Senin s.d Sabtu, 08.00 wib s.d 16.00 wib (Workshop)
Senin s.d Minggu, 09.00 wib s.d 17.00 wib (Showroom)
e-mail : batikkomar@ymail.com

Bahan tulisan diambil dari  batik-komar.com dan http://travel.kompas.com/read/2016/04/26/101100927/Bandung.Punya.Batik.Ini.Motif.Khasnya.

Menelusuri Jejak Kuliner di Kota Bandung dan Sekitarnya

SAMBIL jalan-jalan tidak afdol kalau tidak mencicipi makanan di Bandung. Kota ini menyimpan pesona kuliner yang tak habis-habisnya. Mulai dari makanan yang kelasnya restoran hingga di jalanan, semuanya tersedia di kota ini.

Untuk menelesuri makanan di Bandung ini perlu waktu yang cukup lama, apalagi untuk mencicipinya satu per satu. Namun dengan banyaknya informasi yang tersebar di internet rasa penasaran terkait makanan di bandung rada terobati.

makanan di bandung

Toko Sidodadi di Jalan Oto Iskandardinata, Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Makanan di Bandung itu ada yang benar-benar asli dari kota ini, misalnya peuyeum, borondong, colenak, serabi atau yang lain. Yang belakangan muncul seperti cilok, cireng, basreng juga disebut-sebut berasal dari kota ini.

Ada juga makanan di Bandung yang datang dari daerah lain, bahkan negara lain, tetapi karena sudah lama beredar di kota ini disebut-sebut berasal dari sini. Biasanya makanan tersebut adalah hasil modivikasi para penggiat kuliner.

Kue soes atau brownies misalnya, kedua makanan  tersebut sudah identik sebagai buah tangan dari kota ini. Orang bilang jika ke Bandung tidak membawa makanan itu berarti belum pernah ke Bandung. Kue soes asalnya dari Eropa, sedangkan brownies banyak yang bilang berasal dari Amerika.

Makanan di Bandung yang Bergaya Eropa

Makanan yang rasa dan bentuknya masih asli dari zaman Belanda pun masih ada. Beberapa restoran di Jalan Braga masih ada yang menjual roti zaman dulu. Selain roti ada juga restoran yang menjual es krim rasa zaman dulu. Nama restorannya Braga Permai dan Sumber Hidangan.

Roti zaman dulu yang juga masih terkenal sampai sekarang dijual di Toko Roti Sidodadi. Toko ini berada di Jalan Oto Iskandardinata. Toko ini menambah kekhasan makanan di Bandung yang terpengaruh makanan dari Eropa.

Kuliner di Bandung masih banyak ragamnya. Soal bakso juga bisa menjadi bahasan tersendiri yang panjang. Begitu juga dengan sate, serabi, kue cubit, putu atau yang lain. Belum minuman yang banyak di jual di kota ini. Pembahasannya bakal panjang. Nantikan tulisan tentang kuliner selanjutnya serbabandung.com. *

Lontong Kari Kebon Karet Kedainya Dekat Gedung Pakuan

KALAU ada makanan di Bandung yang melegenda, ya, Lontong Kari Kebon Karet. Kedai lontong kari ini sudah berdiri sejak 1986. Kedai ini tepatnya berada di Jalan Oto Iskandardinata, Gang Kebon Karet No 28 tak jauh dari Gedung Pakuan, kediamannya Guberbur Jabar.

Penggemar lontong ini datang dari mana-mana. Bahkan ada yang datang dari Malaysia dan Singapura. Pelancong dari negeri jiran yang ke kedai Lontong Kari Kebon Karet biasanya sedang menginap di hotel di kawasan yang dekat dengan Gang Kebon Karet.

Lontong Kari Kebon Karet

Lontong Kari Kebon Karet

Mereka tidak sekadar menikmati Lontang Kari Kebon Karet yang terkenal lezat, tapi bernostalgia mengenang masa muda. Mereka tak bisa melupakan rasa lontong dari yang khas buatan Gang Kebon Karet.

Lontong Kari Kebon Karet berbeda dengan lontong kebanyakan. Lontong di sini kepadatannya proporsional, tidak terlalu keras maupun lembek. Lagi pula saat pembuatannya tidak menggunakan bahan pengawet sehingga daya tahannya hanya 9 jam saja.

Kuah yang disediakan di kedai ini  memiliki keistimewaan. Karinya terbuat dari campuran 14 rempah-rempah. Untuk menjaga rasa kari lontong selalu diberi bumbu dalam dua jam sekali.

Satu porsi longtong kari di sini terdiri dari delapan sampai sembilan potong lontong, potongan daging sapi bagian sengkel, daging ayam, kacang, bawang, emping, jeruk purut, kentang, dan telur puyuh.

Harga seporsi longtong di kedai ini  Rp 19.000. Adapun porsi spesial dibanderol lebih mahal yakni Rp 21.000. Menu spesial lontong kari di sini akan mendapat tambahan dua butir telur puyuh. Harga tersebut bisa saja telah diubah pemilik kedai.

Awalnya bisni Lontong Kari Kebon Karet dijalankan H Engkos Kosasih menggunakan gerobak di pinggir jalan. Ia kemudian bisa menetap di kedainya sekarang. Pada 1986, usahanya ini diteruskan putranya Hendi dan terkenal hingga sekarang.

Lontong Kari Kebon Karet Buka Pukul 07.00 s.d 21.00

Lontong Kari Kebon Karet buka pukul 07.00 s.d 21.00. Jika tak ingin kehabisan sebaiknya datang saja lebih awal dari jam tutupnya karena penggemar lontong akan selalu memburu makanan lezat ini.*

Kedai Bakso Panghegar, Penjual Bakso Favorit Warga Bandung

BAKSO Panghegar Bandung adalah kedai bakso yang telah mendapat tempat di hati warga Bandung. Kedai bakso yang berada di Jalan Holis Nomor 226 ini sudah lama berdiri, yakni pada 1985, ketika perintisnya Wigianto Surya berjualan mi bakso di depan pabrik Bakso Panghegar.

Pabrik baksonya sendiri telah ada sejak 1979. Pabrik ini pun merupakan milik Wigianto. Olahan mi bakso yang dijual Wigianto merupakan hasil produksi dari pabrik ini. Tak hanya untuk Bakso Panghegar Bandung, pabrik ini memiliki pelanggan setia yang selalu menggunakan produk pabrik Bakso Panghegar. Pedagang bakso Panghegar tersebar di seluruh Bandung.

Bakso Panghegar Bandung

Ilustrasi Bakso Panghegar Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Pertama kali berjualan Wigianto menjual mi bakso menggunakan gerobak. Dua tahun kemudian, penjualan mi bakso meningkat. Untuk memberikan kenyamanan pada pelanggan, Wigianto pindah ke tempat yang lebih representatif. Tempat itu menjadi rumah makan Bakso Panghegar Bandung hingga sekarang.

Bakso Panghegar Bandung booming pada 1990-an. Ketika itu semua warga Bandung seperti tersihir oleh kemasyuran bakso bikinan Wigianto. Bukan berarti kuliner di Bandung saat itu belum marak seperti sekarang, bakso Panghegar memang sangat dicari warga Bandung, dan bahkan pelanggannya ada yang datang dari luar kota.

Saat ini, Bakso Penghegar Bandung dikelola oleh putra Wigianto, Andri Wijaya bersama suadaranya yang lain. Dalam blog My Other Corner, Andri mengaku kejayaan Bakso Panghegar telah lewat. Namun, dia yakin dan akan terus mempertahankan usahanya ini. Dia memiliki resep jitu untuk mewujudkannya yakni memberikan pelayanan yang terbaik pada pelanggannya.

Sajian Bakso Panghegar Bandung

Sajian Bakso Panghegar Bandung tidak berbeda dengan sajian bakso lainnya. Di sini tersedia bakso besar, bakso kecil, mi kuah, mi yamin, atau bakso campur pangsit. Jenis baksonya ada bakso halus, bakso urat, bakso cincang, otak-otak, dan bakso gepeng. Jika ingin beli mentahannya juga bisa tinggal pergi ke pabriknya yang tak jauh dari kedai bakso.

Bakso Panghager Bandung memiliki lahan yang luas. Ada pilihan tempat buat pengunjung untuk menikmati bakso. Di sini tersedia tempat lesehan dan tempat layaknya restoran lainnya yakni disediakan kursi dan meja. Taman yang hijau bisa menjadi pamandangan lain bagi pengunjung sebelum atau saat menikmati sajian bakso.

Jika memutuskan untuk segera berkunjung ke kedai Bakso Panghegar Bandung, jangan sekali-kali pada Senin. Hari itu merupakan hari libur bagi kedai tersebut. Bagi yang baru pertama kali ke sana, Kedai Bakso Panghegar tidak sulit dicari karena lokasinya berada di pinggir Jalan Holis. Tak jauh dari Jalan Soekarno Hatta, Pasirkoja. *